Rabu, 10 Desember 2014

AKSI MOGOK NASIONAL 2014


Sekitar 500 massa aksi perwakilan dari masing masing dpc dan dpw dari SPHS ikut ambil bagian dalam aksi solidaritas buruh Indonesia pada tanggal 10 Desember 2014
 jelang Mogok Nasional dlm upayanya untuk memperjuankan kesejahteran buruh Indonesia.
Semangat Merah membahana mewarnai aksi kemarin,,partisipasi dari perwakilan dpw dan dpc sangat luar biasa.. aksi berjalan damai dan lancar.

Berikut konferensi pers dr presiden Aspek Indonesia:

Pemerintahan Jokowi JK perlu mendengar dan mengambil sikap untuk menyelamatkan nasib jutaan rakyat miskin yang semakin bertambah pasca kenaikan harga BBM.
 Harga kebutuhan pokok yang terus naik, diikuti dengan kenaikan biaya transportasi dan sewa rumah, bahkan juga kenaikan Tarif Daya Listrik (TDL) akan semakin menurunkan daya beli masyarakat hingga 50%.
Demikian disampaikan oleh Mirah Sumirat, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia, dalam keterangan pers tertulis yang disampaikan dari Cape Town, Afrika Selatan di sela-sela kegiatan Union Network International Congress.
 Kepedulian pemerintah bisa dilakukan melalui revisi penetapan Upah Minimum 2015 di seluruh propinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.
Revisi sangat diperlukan karena penetapan UMP/UMK 2015 di seluruh daerah belum memperhitungkan dampak kenaikan harga BBM dan juga kenaikan TDL. Berikan kesempatan kepada Dewan Pengupahan di propinsi dan kabupaten/kota untuk menghitung ulang besaran UMP/UMK 2015, termasuk menentukan secara bersamaan besaran Upah Minimum Sektoral.
Kenaikan UMP/UMK yang hanya di kisaran 10-12% tentunya tidak akan bisa dinikmati manfaatnya oleh oleh buruh. Bahkan khusus untuk Propinsi DKI Jakarta, Peraturan Gubernur yang telah menetapkan UMP 2,7 juta ternyata lebih kecil dibanding UMK daerah penyangga seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, Depok dan Tangerang, yang besarnya di kisaran 2.95 juta rupiah.

Pemerintah sepatutnya membuka mata dan telinga untuk mengambil kebijakan yang melindungi kesejahteraan rakyat, tegas Mirah Sumirat. ASPEK Indonesia sebagai federasi serikat pekerja sektor jasa, antara lain dari sektor telekomunikasi, perbankan, asuransi, perdagangan, pos, logistik, grafika, properti, security, kesehatan, bersama-sama dengan seluruh elemen pekerja dan rakyat, hari ini dan besok akan turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi rakyat.
 Perjuangan kami bukan saja untuk kepentingan pekerja tapi juga untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
ASPEK Indonesia menuntut Pemerintah untuk:

1. Menurunkan kembali harga BBM sesuai dengan penurunan harga minyak dunia.
2. Tidak menaikkan tarif daya listrik (TDL).
3. Tetap menjaga kemampuan daya beli rakyat, yang salah satunya dengan cara menaikkan upah  minimum (UMP/UMK) tahun 2015, melalui mekanisme penghitungan ulang di setiap Dewan Pengupahan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
4. Merevisi komponen Kebutuhan Hidup Layak yang menjadi dasar perhitungan UMP/UMK dari 60 menjadi 84 komponen.
5. Jalankan jaminan pensiun wajib mulai Januari 2015 dengan mengesahkan RPP bulan ini.
6. Hapuskan praktek sistem kerja outsourcing khususnya di BUMN dan BPJS Ketenagakerjaan dengan mengangkat pekerja outsourcing menjadi pekerja tetap di BUMN/BPJS Ketenagakerjaan.
7. Angkat pekerja dan guru honor menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Aksi yang rencanannya selama 2 hari ini,hanya dilakukan satu hari saja karena akan diadakan evaluasi dari hasil hasil yang di capai. adalah aksi pemanasan menjelang mogok nasional pekerja, yang akan dilaksanakan pada Januari 2015.
Pekerja bersama rakyat akan terus menuntut keadilan dan kesejahteraan karena Negara telah menjamin hal tersebut dalam UUD 1945 dan Pemerintah selaku pengemban amanah konstitusi wajib menjamin dipenuhinya keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.









































Selasa, 25 November 2014

TRAINING ADVOKASI PEREMPUAN



Cisarua, 25 November 2014
Upaya melahirkan Advokad Perempuan SPHS

Keberadaan pekerja perempuan dalam pergerakan SP/SB menjadi amat sangat penting, berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan peran serta dan partisipasi pekerja perempuan dalam organisasi dengan harapan akan lahir pejuang-pejuang perempuan yang berjuang untuk membela kepentingan kaum perempuan dalam dunia kerja yang saat ini masih termarginalkan. Perempuan masih dianggap sebagai pelengkap dan pekerja kelas 2. 
Diskriminasi dan kekerasan seksual masih banyak terjadi, untuk itu perlunya perempuan berdiskusi dan belajar mengenai hukum dan teknik advokasi.
Untuk itu KSPI selaku Konfederasi dari SPHS menyelenggarakn kegiatan

                                  “Women Labor Law Training” 

yang diadakan pada tgl 25-27 November 2014 bertempat di TC FSPMI Cisarua Jawa Barat. 
SPHS mewakili Aspek Indonesia mengirimkan 4 orang perwakilannya yaitu :
1.       Sis Uswatun Hasanah (DPN)
2.       Sis Khairunissa Selian (DPW Selatan 2)
3.       Sis Yunita (DPW Barat 1)
4.       Sis Yusnila(DPW Timur/Advokasi KP)



     
Adapun agenda dalam kegiatan training ini diantaranya :

1.     Pemahaman hak-hak pekerja perempuan yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan
2.     Diskusi hak-hak pekerja perempuan yang harus diperjuangkan atau yang belum diatur dalam peraturan perundang-undangan
3.     Perbandingan hak-hak pekerja perempuan di negara Indonesia dengan negara lain
4.     Mekanisme penyelesaian kasus bipartit sampai ke PHI
5.     Beracara di PHI dan contoh bukti-bukti dokumennya
6.     Membangun militansi kerjasama tim aktivis pekerja perempuan untuk berperan aktiv dalam pergerakan perjuangan isu-isu perburuhan
7.     Outbond kerjasama tim
Diharapakan setelah mengikuti kegiatan training spt ini dapat lahir advokad-advokad perempuan yang handal dan paham mengenai hukum perburuhan perempuan dan mempunyai teknik mengadvokasi yang baik, sehingga dapat diaplikasikan dalam lingkungan SPHS

REPORTASI :
CICIM  KP DPN




















Senin, 24 November 2014

SUDAH SAATNYA PEREMPUAN BANGKIT dan BERJUANG

 Senin,24 November 2014


Bertempat di Sekretariat Giant Motor Club (GMC) wilayah Timur, Jati Asih. Divisi Komite Perempuan Dewan Pimpinan Nasional menyelenggarakan kegiatan Roadshow dan Meeting dengan para perwakilan pekerja perempuan dari beberapa toko yang berada di area DPW Timur. Memanfaatkan semangat kawan-kawan di wilayah Timur yang sedang bergelora dalam pergerakan dan perjuangan Serikat Pekerja, seolah tidak ingin tertinggal, Tim Komite Perempuan(KP)
 yang terdiri dari  :

Bu Nur’aini  Kadiv Komite Perempuan DPN
Bu  Sri Maryati dan Bu Uswatun Hasanah (Koorbid KP) DPN
 Bu Leni dari KomitePerempuan DPW Bogor
ingin membangkitkan semangat para kawan-kawan pekerja perempuan di DPW Timur dan ikut ambil bagian bersama-sama dalam perjuangan Serikat Pekerja.

“Sudah saatnya perempuan bangkit dan berjuang” membela kepentingan kaumnya, karena kalau bukan kita siapa lagi. Latar belakang kurangnya partisipasi dan keterlibatan pekerja perempuan sebagai pengurus di kepemimpinan cabang,wilayah,maupun pusat. Mendorong kami untuk melakukan beberapa terobosan-terobosan dan juga kegiatan-kegiatan mengenai perempuan untuk meningkatkan peran serta perempuan. 
Melalui kegiatan Road show kami berharap dapat mensosialisasikan mengenai wadah divisi Komite Perempuan yang saat ini ada dalam struktur organisasi serikat pekerja namun selama ini seolah hanya sebagai pelengkap, partisipasi dan peran sertanya masih sangat rendah,padahal keberadaan dari komite ini menjadi amat sangat penting.
Kesetaraan Gender sudah lama digaungkan akan tetapi banyak kendala yang menghalangi dari pergerakan kaum perempuan itu sendiri.

Di Era kepimpinan Ketua Umum Jakwan dan Sekjen Syafriadi, keberadaan divisi Komite Perempuan seperti menemukan jalan untuk mengembangkan sayapnya, kesempatan,persamaan hak amat sangat dihargai, akan tetapi jumlah dari pengurus perempuan masih amat sedikit, sementara pergerakan perempuan di dunia perburuhan Nasional maupun Internasional sedang sangat luar biasa.Presiden Aspek Indonesia(Federasi dari SPHS) adalah seorang perempuan.

Di UNI Global Union (Federasi Internasional SPHS ) juga sedang mengkampanyekan slogan “ 40 for 40 untuk keberadaan pengurus perempuan di UNI. Menindaklanjuti hal-hal diatas memaksa kami untuk berfikir tentang kaderisasi dan regenerasi pengurus-pengurus perempuan yang handal. Berbagai cara dilakukan salah satunya dengan Road show & Meeting yang kami lakukan di akhir November lalu, bertujuan untuk  Sosialisasi, penguatan dari Komite perempuan juga pembentukan koordinator dan pengurus Komite Perempuan di DPW Timur kami berharap akan lahir pejuang-pejuang perempuan yang berani,kuat dan memiliki semangat untuk memperjuangkan kaum perempuan.
  Kegiatan yang menjadi salah satu program kerja dari divisi Komite Perempuan yang pertama kali diadakan di tingkat wilayah, namun sebelumnya kami juga pernah mengadakan kegiatan serupa di Sekretariat SPHS awal Januari 2014 dengan melibatkan perwakilan perempuan dari semua DPW. Namun kali ini arah pergerakan penguatan Komite Perempuan kami lakukan langsung turun ke Wilayah.
Adapun agenda lengkap dari kegiatan ini adalah :

1.       Sosialisasi mengenai divisi Komite Perempuan dan peranan dari wadah ini
2.       Penguatan dari pengurus-pengurus perempuan di kepemimpinan cabang maupun wilayah
3.       Pembentukan koordinator dan pengurus ditingkat wilayah
4.       Meeting dan penyampaian aspirasi dari para peserta yang hadir mengenai permasalahan                       pekerja  perempuan yang terjadi dilingkungan kerja
5.       Sharing dan analisa mengenai kendala atau hambatan bagi pekerja perempuan untuk aktif                    dalam  organisasi serikat pekerja

Sebanyak 27 perwakilan pekerja perempuan hadir, sebagian besar merupakan pengurus di tingkat DPC.belum semuanya paham dengan manfaat serikat pekerja, hasil diskusi dan kuisioner dari para peserta mereka sangat antusias dan berharap divisi Komite Perempuan bisa sering mengadakan kegiatan-kegiatan pelatihan untuk meningkatkan skill dan pemahaman mereka menganai Serikat Pekerja, dan Komunikasi menjadi amat sangat penting sebagai jembatan untuk pergerakan perjuangan perempuan. Dengan dibentuknya kepengurusan di DPW diharapkan dapat menjadi jenjang pendidikan dan pembelajaran bagi pengurus perempuan untuk aktif dalam organisasi sebelum akhirnya bisa aktif secara luas ditingkat Nasional maupun internasional.

Pada kesempatan kali ini juga dibentuk kepengurusan KP ditingkat DPW dengan ketua sis Zahra, dan wakil sis Nawang Wulan dan Yusnila (Advokasi).
Bro Teguh( Ketua DPW Timur) menyambut baik kehadiran tim KP DPN dan berharap pula kedepan tim KP di wilayah Timur bisa banyak memberikan kontribusi bagi SPHS maupun perjuangan perempuan secara luas.

Hadir pula dalam kegiatan ini Ketua 1 SPHS (bro Arief Siagian HS) memberikan pemahaman dan penguatan mengenai sisi hukum dan advokasi terkait Serikat Pekerja khususnya dibidang sektor ritel, juga hadir Ketua 2 SPHS (bro Kosim) memberikan pemahaman tentang pemberdayaan dan organisasi.juga hadir memberikan semangat adalah bro Saefudin selaku korbid P4O (Penelitian,pendidikan,pelatihan dan pengembangan organisasi),juga bro Husin tim DPN yang juga memberikan semangat dan membawakan acara dengan baik.

Sudah saatnya perempuan turun bergerak dan berjuang,,manjadi perempuan yang berani,tangguh,kuat,mandiri dan bisa menginspirasi perempuan lainnya untuk sama-sama membela kepentingan kaum perempuan.

Salam Solidaritas untuk Srikandi-srikandi SPHS
Bersama kita bisa !!!


Reportase Sri Maryati




Berikut ini dokumentasinya