Rabu, 22 Februari 2017

MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN DALAM BINGKAI NKRI


Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menggelar kegiatan seminar nasional memperjuangkan Kesejahteraan dalam bingkai Negara kesatuan Republik IndonesiaKemarin, tepatnya Senin (20/02/2017), ASPEK Indonesia dengan  narasumber di antaranya : 

1. Bpk. Laksamana Pertama TNI Muhammad Faizal, SE, MM. (Direktur Bela Negara  Kementrian          Pertahanan RI). 
2.     Dr. Kun Wardana Abyoto (Dewan Pakar ASPEK Indonesia). 
3.     Ibu Haiyani Romundang (Dirjen PHI & Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan RI). 
4.     Bpk. Ir. Rudi Soeprihadi Prawira (BAPENAS). 
5.     Bpk. Dr. Ichsanuddin Noorsy.

Bpk. Laksamana Pertama TNI Muhammad Faizal, SE, MM. (Direktur Bela Negara Kementrian Pertahanan RI). Beliau menjelaskan peran TNI dalam mengantisipasi ancaman politik dan ekonomi global untuk menjaga kedaulatan NKRI, melalui program bela Negara. Kita semua mempunyai kewajiban bela Negara, pemerintah mengatur dalam UUD 1945 pasal 27 no 3, setiap warga Negara Indonesia berhak dan wajib dalam upaya bela Negara. Bela Negara tidak harus mengangkat senjata atau perang, tapi bagaimana membangun bangsa, membangun ASPEK Indonesia, membangun buruh agar sejahtera, itu semua termasuk dalam bentuk bela Negara.

Bela Negara merupakan program kementerian pertahanan. Bela Negara di rumuskan atau di artikan, merupakan sikap dan perilaku warga Negara Indonesia yang di jiwai kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 untuk melindungi keselamatan bangsa dan Negara, jadi  tidak ada konteks bela Negara untuk menjadi tentara.

Para pendahulu kita berkata untuk membela Negara itu  harus di mulai dari diri sendiri, tidak mungkin akan berpikir untuk membela Negara yang lebih besar, kalau kita tidak bisa mengendalikan diri kita, jadi bela Negara itu di mulai harus dari hati, dengan penuh kesadaran dilakukan oleh setiap orang, jadi bela Negara itu tidak bisa dengan terpaksa, karena banyak yang harus di korbankan termasuk jiwa dan raga. Contoh nilai-nilai dalam bela Negara adalah cinta tanah air, rela berkorban, sadar berbangsa dan bernegara. Sebenarnya bela Negara simple sekali, tetapi bagaimana kalau nilai-nilai itu kita tidak punya?, cinta tanah air itu sifatnya luas, menyukai dan membeli produk-produk buatan negri sendiri, mengenal suku bangsa, mengenal teman di sebelah, tidak ada lagi bentrokan, bermusuhan satu sama lain, dan ketika masih ada yang ribut satu sama lain itu berarti belum termasuk cinta tanah air. Bagaimana kita tumbuh menjadi bangsa yang lebih besar, cintah tanah air konteksnya sangat luas.

BKBN (Pembinaan Kesadaran Bela Negara), sebenarnya bela Negara itu bukanlah latihan perang tapi adalah pembentukan/pembinaan karakter. Kalau ada bela Negara yang latihan militer itu bagaimana?, jawabnya ada tapi itu adalah menyiapkan warga Negara untuk menjadi bagian dari komponen cadangan/komponen pendukung, tapi UU sekarang tidak lagi bicara wajib militer, ini adalah hasil dari reformasi tahun 1998, tidak ada lagi yang berbau militer. Di pisahnya pertahanan dan keamanan yang pada akhirnya menghasilkan UU pertahanan dan UU keamanan, sebenarnya pertahanan dan keamanan sendiri tidak bisa di pisahkan, jadi akibatnya sampai sekarang tidak pernah bisa merumuskan UU keamanan Nasional.

Ancaman Negara dan bangsa bukan berupa fisik, Bpk Riyamizard ryacudu yang merupakan menteri keamanan mengatakan, ada dua ancaman yaitu ancaman nyata dan ancaman tidak nyata. Ancaman tidak nyata adalah potensi ancaman terhadap serangan militer bangsa lain, masa depan bangsa ini tidak akan di hancurkan oleh kekuatan militer bangsa lain. Ancaman nyata adalah narkoba, radikalisme, terorisme, dan sebagainya, itulah ancaman yang dilakukan bangsa lain untuk menghancurkan bangsa Indonesia.

Sekarang ini adalah perang cuci otak, sebelum otak warga Negara Indonesia di cuci bangsa lain, otak bangsa harus di bentengi dan membentengi otak termasuk juga dalam konsep bela Negara, agar mengembalikan kembali semangat juang, cinta tanah air, serta berbangsa dan bernegara.


·







Selasa, 21 Februari 2017

KESAKTIAN ANAK MUDA

Pemuda adalah satu sosok yang sangat fenomenal yang dapat mengubah wajah sebuah bangsa,sebuah organisasi, bahkan tidak mustahil jika sebuah peradaban bisa berubah oleh sosok anak anak muda yang tangguh dan mempunyai pandangan yang luas ke masa depan.
Mari kita ingat  kembali sejarah bangsa ini. Bangsa yang di bangun dari tulang belulang pemuda-pemuda Pertiwi. Tanah subur yang di sirami darah anak-anak negeri. Semua bangun, berdiri, berlari demi kebebasan Peradaban kita, Indonesia.
Siapa yang punya ide agar bangsa ini merdeka? Jawabannya adalah Pemuda.

Sejarah besar selalu di bangun oleh anak muda. Bahkan Gajah Mada, adalah seorang pemuda yang mengucapkan sumpah Palapa untuk mempersatukan nusantara.  Kemerdekaan bangsa Indonesia dari gengaman para penjajahpun di prakarsai oleh seorang pemuda. Soekarno, yang menjadi Presiden Republik  Indonesia yang pertama.
Bung Hattapun sampai berani  bersumpah ”tidak akan menikah sampai Indonesia merdeka”. Dan bahkan  kejatuhan setiapa rezim pemerintahan di Indonesia , selalu dipelopori oleh sekumpulan  para Pemuda bangsa ini. Seorang pemuda seharusnya memiliki semangat tinggi dalam memperjuangkan apa yang di yakininya. Bahkan dia siap mengorbankan harta dan jiwanya.pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
Di dalam organisasi Serikat Pekerja Hero Supermarket Tbk atau SPHS sedikit demi sedikit mulai tertanam jiwa aktivis Serikat Pekerja, yang ditandai tumbuhnya kesadaran untuk ikut  berorganiasi baik di dalam kepengurusan maupun sebagai anggota biasa. dan memang itu yang sangat di butuhkan karena jiwa muda biasanya lebih respek dalam melihat  berbagai masalah.Dan selalu ingin menyelesaikanya secepat dan setepat mungkin.
Pada kepengurusan SPHS Tahun 2016-2020 hampir 40 persen diisi oleh para pemuda yang mempunyai militansi dan semangat  luar biasa dan pantang menyerah.
Keberadaan suatu organisasi pekerja tentunya tidak lepas regenerasi yang tidak pernah putus dalam menciptakan generasi penerusnya.Karena dari anak muda biasanya tumbuh jiwa kepemimpinan yang kuat,memunyai pandangan jauh kedepan untuk dapat meraih asa.

Perjuangan masih panjang ...





Jumat, 17 Februari 2017

HERO GROUP ADVENTURE TEAM

    HERO GROUP ADVENTURE TEAM adalah sebuah komunitas yang bergerak di bidang kegiatan alam bebas, komunitas ini berada dibawah naungan Seni dan Olah raga Serikat Pekerja Pt.Hero Supermarket Tbk. Pada awal tahun tepatnya  tanggal 7-8 Januari 2017, HGAT (Hero Group Adventure Team)  mengadakan sebuah kegiatan kemping ceria, yang bertempat di lereng gunung salak Pasir Rengit Bogor Jawa Barat. Acara ini di adakan dengan tujuan untuk memupuk semangat kekeluargaan dan membuka ruang diskusi agar dapat bertukar pikiran mengenai pengalaman di seputar pendakian gunung dan penjelajahan alam bebas.
     Sekarang ini kegiatan pendakian gunung dan alam bebas sedang ramai di lakukan, kaum pria bukanlah menjadi hal yang mendominasi lagi, perempuan yang berbadan kekar dan tomboy sudah bukanlah syarat untuk menjadi seorang pendaki, Bahkan saat ini perempuan yang sangat feminim sekali pun sudah banyak terlihat di dalam kegiatan pendakian gunung. Gunung sudah bukan tempat yang sepi, bahkan disaat musim liburan jalur menuju puncak Mahameru bisa macet, karena banyaknya pendaki.
  Acara kemping ceria ini di mulai pada pukul 17;00 WIB, dengan dihadiri kurang lebih 40 peserta. Di awal acara adalah Ritual yang selalu dilakukan HGAT yaitu pengenalan diri satu persatu. Setelah istirahat, shollat dan makan Acara dilanjutkan kembali. Ijul dari Giant Tole sebagai ketua panitia kemping ceria memberikan sambutan kepada para peserta, di lanjutkan oleh ketua umum HGAT yaitu Reza dari Giant Bintara. Emsi acara di isi oleh Imam dari Giant Tole , “para anggota HGAT yang mempunyai bakat seni silahkan maju”, ucapnya. Reza dan Rahman bernyanyi di depan peserta yang semakin menambah kehangatan di tengah dinginnya udara gunung salak. Gunung bukanlah tempat untuk menunjukkan kekuatan dan juga mencari siapa yang menang atau kalah, tapi bagaimana kita bisa memahami tentang arti dari sebuah pendakian gunung itu sendiri, kepekaan dan kerendahan hati akan membuka lebar mata kita tentang sebuah kehidupan yang betapa kita saling berketergantungan dengan mahluk hidup lainnya. Alam dan gunung memang akan selalu memberikan kejutan yang berbeda kepada setiap orang yang mengunjunginya.

   Lampion di lepas pada tengah malam, untuk menghindari sesuatu yang tidak di inginkan lampion di ikat dengan seutas tali, jadi hanya sebagai simbolis saja. "Kita lupa tuk memeliharanya, kita hanya ingat menikmatinya, kita lupa tuk menyayanginya dan kita lupa dia sahabat kita", sepenggal lyrick yang diciptakan oleh nosstres telah membuka mata kita betapa alam harus dijaga dan dipelihara guna terjaganya keseimbangan ekologi di muka bumi ini.
      Acara dihari ke dua adalah olah raga dan games, break fast, pemberian materi, isoma, exsplore tempat wisata, penutupan & do'a. HGAT menghadirkan narasumber dari pendiri komunitas trash bag, Materi yang  di berikan adalah tentang dasar yang harus diperhatikan oleh seorang pendaki ketika menjelajahi hutan/gunung dan yang tidak kalah menarik adalah pembahasan masalah sampah di gunung yang sudah sangat memprihatinkan. Kegiatan pendakian gunung mempunyai resiko yang tidak main-main, maka amatlah penting pendakian gunung harus di sertai dengan pengetahuan agar dapat meminimalisir bahaya. Bahaya yang sering mengintai pendaki adalah hypotermia, penurunan suhu tubuh secara drastis yang dapat menyebabkan kematian. Ragil sebagai narasumber menjelaskan secara detail apa itu hypotermia, mulai dari gejala awal sampai masuk dalam katagori akut. Banyak pendaki yang tidak tahu ketika korban hypotermia masuk dalam kondisi akut, banyak dari mereka menganggap korban kerasukan mahluk halus, dan akhirnya korban meninggal karena salah dalam penanganan.
 "Terbentuk pada 11 November 2011 di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, komunitas dengan slogan 'Gunung Bukan Tempat Sampah' tersebut saling bahu membahu untuk membersihkan gunung di Indonesia dari sampah. Mereka lahir sebagai jawaban atas kegiatan traveling naik gunung yang makin marak, namun tidak di imbangi dengan kesadaran membuang sampah yang benar".
Johanes Randy - detikTravel - Senin, 06/07/2015 08:17 WIB. 

Demikian yang kami ambil dari detik travel mengenai sosok Ragil dengan komunitas Trashbagnya, ketika kita sudah memutuskan untuk mendaki gunung maka sudahlah menjadi kewajiban untuk kita menjaga dan melestarikan alam, tidak hanya menikmatinya saja. Ragil menerangkan banyaknya sampah yang berada digunung dan sudah sangat  memperihatinkan. Sebagai bukti, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di 8 taman nasional dan gunung pada periode 11 hingga 24 April, terdapat 435 ton sampah milik 150.688 pengunjung. Angka itu terjadi pada sepanjang tahun 2015. Sebanyak 250 ton atau 53 persen di antaranya adalah sampah plastik yang membutuhkan waktu hingga 100 tahun untuk bisa terurai kembali. Pemandangan serupa juga terlihat di lereng Semeru. Sepanjangan tahun 2015, jumlah sampah yang terkumpul mencapai 38 truk. Peringkat pertama sampah terbanyak ada pada gunung Rinjani yang merupakan gunung favorit para pendaki.

      Sampah plastik sendiri bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan, lingkungan dan mahluk  hidup,ilmuwan telah membuktikan bahwa paparan terhadap dioxin dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan. Bisa dibayangkan apabila sampah plastik dibakar digunung asap dan sisa pembakaran mengandung senyawa dioxin mencemari tanah dan air. "Dengan adanya  ruang diskusi di acara kemping ceria ini semoga dapat memberikan pembelajaran untuk kita semua", ucap Ragil menutup materi yang disampaikannya tentang dasar yang harus diperhatikan oleh seorang pendaki ketika menjelajahi hutan/gunung dan masalah sampah.
       Setelah pemberian materi selesai acara dilanjutkan dengan explore tempat wisata ke air terjun, lokasinya tidak jauh dari area camping ground. Air terjun ini memiliki ketinggian kurang lebih 45 meter dengan panorama alamnya yang indah.

    Acara kemping ceria ini juga dihadiri oleh kepala suku HGAT bang Jemmy dan team dari DPN yaitu bro Edy dari divisi seni & olah raga, bro Saifudin divisi LITBANG dan bro Alfasah, team DPN baru bisa hadir di hari ke 2 di karenakan agenda yang padat. Pembagian doorprize dan piagam  dilaksanakan setelah explore tempat wisata selesai. KADIV seni & olah raga bro Edy memberikan kata penutup yang menandakan telah berakhirnya acara kemping ceria ini.
       Dari setiap susunan acara yang telah dilewati semoga dapat memberikan pelajaran yang berharga untuk kita semua, dan bisa menjadi pendaki yang bijaksana. Thomas alva edison pernah berkata "bahwa kita hanya meminjam alam ini kepada anak cucu kita"
 

    
Sosialisasi HGAT.
Pemberian materi oleh Ragil,pendiri komunitas Trashbag
Explore air terjun



Pemberian piagam dan pembagian doorprize


        
        

Rabu, 15 Februari 2017

PEREMPUAN DAN SERIKAT PEKERJA

Wanita berdasarkan asal bahasanya tidak mengacu pada wanita yang ditata atau diatur oleh laki-laki atau suami pada umumnya.
Arti kata wanita sama dengan perempuan, perempuan atau wanita memiliki wewenang untuk bekerja dan menghidupi keluarga bersama dengan sang suami. Tidak ada pembagian peran perempuan dan laki-laki dalam rumah tangga, pria dan wanita sama-sama berkewajiban mengasuh anak hingga usia dewasa.
Jika ada wacana perempuan harus di rumah menjaga anak dan memasak untuk suami maka itu adalah konstruksi peran perempuan karena laki-laki juga bisa melakukan hal itu, contoh lain misalnya laki-laki yang lebih kuat, tegas dan perempuan lemah lembut ini yang kemudian disebut dengan gender.
Kesadaran perempuan untuk ikut aktif dalam Serikat Pekerja  menjadi sangat penting sekali pada masa kini,agar sebuah organisasi Serikat Pekerja dapat mengakomodir dan mengetahui apa saja hak hak perempuan yang musti di dapat dari tempatnya bekerja , Hal tersebut menjadi penting, karena dikhawatirkan jika berkurangnya partipasi pekerja perempuan dalam memperjuangkan haknya sebagai buruh dan hak perempuan, maka akan semakin terpuruknya nasib buruh perempuan.
Dalam  laporan ILO dikatakan, struktur perempuan memainkan peran yang berguna dalam mengadvokasi hak perempuan, mengorganisir kegiatan untuk meningkatkan partisipasi perempuan, dan memberikan masukan mengenai isu  perempuan.
Dengan demikian, walaupun faktanya tidak semua sektor pekerja didominasi oleh buruh perempuan terkecuali sektor garment, sepatu dan manufaktur dan tidak semua serikat pekerja memiliki anggota mayoritas buruh perempuan, namun terlepas dari semua itu sebagai aktivis buruh dan peduli terhadap isu perburuhan, maka perlu kepedulian tinggi terhadap perjuangan hak buruh perempuan, yang diawali dari pentingnya partisipasi perempuan dalam sebuah serikat pekerja dan semakin banyaknya kesadaran pentingnya berorganisasi bagi perempuan.Lebih dari itu, para pejuang perempuan yang telah mendapatkan fasilitas atau peran di Serikat Pekerja tidak terlena akan situasi yang mereka hadapi saat ini, karena perjuangan perempuan tidak terbatas pada isu perempuan saja, melainkan isu pekerja dan masyarakat pada umumnya, dengan demikian diharapkan fasilitas yang telah ada tersebut tidak justru mengkotak- kotakan pekerja perempuan terhadap isu perempuan saja.
Untuk saat ini penyebab kurangnya partisipasi perempuan dalam Serikat Pekerja yang diketahui dari fakta dilapangan  dan berbagai informasi adalah bahwa perempuan memiliki keterbatasan bergerak untuk berkontribusi banyak di Serikat Pekerja, ini disebabkan dua faktor yaitu internal dan eksternal.

Adapun faktor internal adalah yang timbul dari diri  seorang perempuan itu sendiri,
yaitu pertama, tidak ada rasa percaya dan keyakinan terhadap keberadaan dan fungsi Serikat Pekerja sebagai wadah perjuangan buruh, 

kedua, ada pula yang memiliki paradigma bahwa perempuan tidak boleh melakukan hal-hal perilaku atau kegiatan yang melebihi batasan budaya ketimuran (adat istiadat) dan,   
ketiga, masih banyak juga yang memang kurangnya kesadaran perempuan untuk berorganisasi dengan alasan yang beraneka  ragam.
Sedangkan, faktor eksternal yaitu pertama, bagi buruh perempuan yang sudah menikah, biasanya memiliki peran ganda dalam kesehariannya yaitu sebagai pekerja dan ibu rumah tangga sehingga tidak memiliki banyak waktu luang,

 kedua, tidak ada dorongan dari orang lain (teman, keluarga, suami, orang terdekat),
 dan ketiga, disebabkan juga karena budaya lingkungan (tempat tinggal) yang tidak mendukung sehingga menimbulkan pandangan masyarakat yang negatif terhadap perempuan yang memiliki aktifitas diluar rumah lebih banyak waktunya dibandingkan dilingkunganya.

Disamping  pentingnya partisipasi buruh perempuan dalam Serikat Pekerja rasanya sangat penting memberi perhatian lebih terhadap buruh perempuannya agar dapat mengetahui potensi yang dimilikinya dan menjadikan strategi pengorganisasian untuk pengembangan  di kemudian hari untuk Serikat Pekerja itu sendiri Karena peluang banyaknya sektor pekerja yang mempekerjakan   buruh perempuan.
Dalam Hal ini Serikat Pekerja Pt.Hero Supermarket Tbk (SPHS) terus memotivasi para pekerja perempuan nya agar dapat ikut  aktif di dalam kepengurusan,baik di tingkat cabang maupun tingkat Nasional dan hasilnya ada kecenderungan meningkat dari tahun ketahun.Tentunya ini sebuah kabar yang sangat menggembirakan karena kesadaran itu datang dari diri perempuan itu sendiri agar aspirasi mereka dapat didengar dan dapat di implementasikan dikemudian hari sehingga tercipta keadilan dan kesetaraan

Salam solidaritas...








Rabu, 11 Januari 2017

RAPAT KERJA DEWAN PIMPINAN NASIONAL SPHS

Rapat kerja Dewan Pimpinan Nasional 2016 di Cisarua,Bogor Jawa barat dilaksanakan pasca Munas,pada acara ini hanya dihadiri oleh seluruh pengurus dewan pimpinan nasioanal sphs  dalam rangka membuat rencana kerja yang akan dilakukan agar organisasi dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan pada satu tahun kedepan  sehingga dapat memberikan konstribusi kepada seluruh anggotanya.
Adapun Raker itu sendiri dilakasanakan selama dua hari yaitu dari tanggal  11 sampai dengan 12 Januari 2017,
Pada hari pertama Rapat Kerja dilakukan adalah membahas Program masing  masing Ketua dan para Kadiv.
Selain memaparkan  program kedepan,Raker juga melakukan resolusi yang telah di amanatkan pada Munas beberapa bulan yang lalu yang telah diamanatkan oleh peserta MUNAS kepada ketua umum terpilih periode 2016-2020 yang mana hal ini sebisa mungkin harus dilaksanakan.
Bahkan Bro Jakwan selaku Ketua Umum SPHS menekankan bahwa pada jaman sekarang kita sangat butuh media informasi yang mumpuni agar dapat menyebarkan informasi informasi yang terupdate  dari organisasi kepada seluruh anggota yang ada di bawahnya.Sehingga teman teman dibawah tidak tersesat dalam mendapatkan informasi yang terbaru dari organisasi.
Acara Raker SPHS dimulai dari pukul 10.15 wib sampai dengan pukul 23.30,memang acara yang sangat melelahkan tapi dengan semangat yang tinggi para peserta raker tetap melaksanakan acara ini sampai selesai.
Sekjen SPHS Bro Umam juga memaparkan pembuatan SOP baru dalam bidang keuangan yang tujuannya agar tercipta transparasi  tentang laporan keuangan juga menyangkut masalah trust atau kepercayaan angggota  kepada Pengurus Dewan Pimpinan Nasional. 
masalah ini juga termasuk dalam rekomendasi MUNAS yaitu rekomendasi GBHO,yang mana laporan keuangan kegiatan organisasi pada setiap bulannya dapat dilihat dan di pahami oleh anggota yang ada dibawahnya.
Demkianlah rapat kerja ini sebenarnya bertujuan untuk merancang organisasi kedepan agar lebih baik
dan mapan kedepannya.Terima kasih.